“Aku memiliki satu kesempatan terakhir untuk mengambil keputusan, untuk menentukan apa jadinya diriku.
Aku bisa melangkah memasuki gang itu, membela Hassan dan menerima apa pun yang mungkin menimpaku.
Atau, aku bisa melarikan diri.
Akhirnya aku melarikan diri.“
Satu keputusan yang akhirnya sangat disesali Amir seumur hidupnya. Dia harus mengkhianati sahabatnya sendiri, sahabat yang selalu membelanya, satu-satunya temannya sedari kecil. Sampai akhirnya mereka berpisah, Hassan dan Ali, ayahnya, meninggalkan Amir dan Ayahnya yang tidak lama setelahnya pindah ke Amerika, meninggalkan Afghanistan.
Sampai akhirnya setelah Amir menikah dan ayahnya meninggal ia mendengar kabar dari kerabat lamanya, Rahim Khan, di Afghanistan, memintanya untuk datang ke Afghanistan. Amir datang ke Afghanistan dan mengetahui bahwa Hassan telah tewas di tembak pasukan Taliban. Rahim Khan juga memberi tahu bahwa ternyata Hassan adalah saudara tiri Amir. Hassan meninggalkan seorang anak bernama Sohrab yang dibawa oleh para Taliban.
Amir akhirnya memutuskan untuk menemukan Sohrab dan memberikan kehidupan yang baik untuk Sohrab.
No matter how fast you run from the past, the past will always run next to you.
Mungkin ini yang ingin di sampai-in sama Khaled Hosseini, selain juga ngejelasin gimana keadaan Afghanistan di bawah kekuasaan Taliban.
Anyway, secara keseluruhan buku ini bagus banget… inspiring… (ga akan kejual lebih dari 8 juta kopi kalo ga bagus). Cuma, somehow… menurut Lia sih bacanya awal-awal rada ngebosenin… (kaya Harry Potter and The Sorcerer’s Stone) kesini-sini nya sih emang rame banget… Satu-satunya yang males tuh endingnya… endingnya ga jelas… kesannya dia udah males nulis jadi pokoknya yang penting tamat (trust me that happened a lot to me hahahah)
But yeah… overall… ceritanya bagus banget… recommended lah… berhubung Lia blon liat filmnya… can’t comment on that… sorry!






Recent Comments